Blog ini berisikan ilmu yang positif yang baik bagi seseorang yang mau maju dan berkembang, salam perubahan.
Selasa, 30 April 2013
Hubungan antara naskah iklan dengan keputusan pembelian menurut Setiadi
Hubungan antara naskah iklan dengan keputusan pembelian menurut Setiadi (2003 : 16 ) yaitu :
“proses keputusan pembelian konsumen dimulai dengan pengenalan maalah atau kebutuhan. Konsumen menyadari suatu perbedaan antara keadaan yang sebenarnya dan keadaan yang diinginkan. Kebutuhan dapat digerakan dengan stimulasi internal ( sperti rasa haus, lapar danlainnya ) dan stumulasi eksternal ( seperti nashkan dan pajangan produk).
Pengaruh Iklan Terhadap Proses keputusan Pembeli
Pengaruh Iklan Terhadap Proses keputusan Pembeli
Umumnya tujuan dalam kampanye iklan bersumber pada tujuan dibidang pemasaran. Dan tujuan dibidang pemasaran bersumber pada tujuan perusahaan secara keseluruhan. Suatu tujuan bidang periklanan yang lebih baik memang seharusnya mampu menunjukan hubungan terhadap tujuan penjualan. Namun demikian, mengatakan bahwa iklan dapat secara langsung mempengaruhi tingkat penjualan ( sama seperti menyatakan memaksimumkan keuntungan ) sebenarnya juga tidak bersifat operasional.
Kemampuan iklan untuk menciptakan sikap yang menyokong terhadap suatu produk mungkin sering bergantung pada sikap konsumen terhadap iklan itu sendiri. Iklan yang disukai atau dievaluasi secara menguntungkan dapat menghasilkan sikap lebih positif terhadap produk iklan yang tidak disukai mungkin menurunkan evaluasi produk oleh konsumen. Penelitian memperlihatkan secara berulang-ulang bahwa sikap terhadap suatu iklan berfungsi sebagai peramal yang signifikan atas sikap terhadap produk.
Ini bukan berarti bahwa konsumen harus selalu menyadari suatu iklan agar iklan tersebut efektif, barangkali ada iklan yang tidak disukai tetapi tetap saja berhasil. Sebenarnya pengiklan kadang sengaja membuat iklan yang mengganggu dengan harapan pesannya dapat menerobos kerumunan.
Pemasar meluncurkan suatu iklan kepada khalayak melalui berbagai media untuk memperoleh respon atau tanggapan dari konsumen. Tanggapan terakhir tentu saja pembelian ( pemilihan ), namun pemilihan ini merupakan akhir dari proses panjang dari pengambilan keputusan sebagaimana telah diuraikan dalam tahap-tahap proses keputusan pembelian.
Tahap-tahap proses pengambilan keputusan pembelian
a. Pengenalan Masalah
Seseorang merasakan adanya stimuli untuk membeli sesuatu. Stimuli ini bias dating dari dalam (internal), misalnya seseorang merasa lapar atau karena dorongan dari luar (eksternal), misalnya ingin mentraktir teman, atau karena factor iklan makanan tertentu.
b. Pencarian Informasi
Ini berkaitan dengan mau membeli apa, model bagaimana, dimana dan sebagainya, maka seseorang mencari informasi yang dapat diperoleh dari sumber pribadi seperti family,teman,tetangga. Dari sumber komersial seperti media massa, Koran, televise,dan radio. Dan dari pengalaman masa lalu, pernah menggunakan suatu produk, atau melihat produk tersebut.
c. Evaluasi Alternative
Tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merk-merk alternative dalam satu susunan pilihan.
d. Keputusan Membeli
Dalam tahap evaluasi, konsumen membuat peringkat atas merk dan membentuk niat untuk membeli. Biasanya keputusan pembelian konsumen adalah membeli merk yang paling disukai, tetapi dia factor dapat muncul antara niat untuk membeli dan keputusan pembelian. Factor pertama adalah sikap orang lain, factor kedua aalah factor situasi yang tidak diharapkan.
e. Perilaku pasca pembelian
Tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli dimana konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan yang mereka rasakan.
Tahap-tahap proses pengambilan keputusan pembelian
Tahap-tahap proses pengambilan keputusan pembelian
Proses pembelian yang spesifik terdiri dari urutan kejadian, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative, keputusan pembelian dan perilaku pasca pembelian.
jenis-jenis perilaku pembelian
jenis-jenis perilaku pembelian
Pengambilan keputusan konsumen bervariasi dengan jenis keputusan pembelian. Berdasarkan tingkat keterlibatan konsumen dalam pembelian dan tingkat perbedaan antara mer, menurut Kotler ( 2000 : 202 ) perilaku pembelian dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu :
1. Perilaku pembelian kompleks
Konsumen melalui proses keputusan yang kompleks apabila mereka sangat terlibat dalam pembelian dan menyadari perbedaan yang nyata antara merk-merk yang berbeda. Konsumen akan sangat terlibat dalam pembelian jika barang tersebut mahal, jarang pembelinya, berisiko tinggi dan sangat memberikan kesan pribadi pembelinya.
2. Perilaku pembeli mengurangi perbedaan
Kadang kala konsumen sangat terlibat dalam pembelian tetapi tidak memperlihatkan perbedaan antara merk. Setelah pembelian konsumen akan membenarkan keputusannya. Peranan penting dari komunikasi pemasaran disini adalah berusaha member keyakinan atau kepercayaan atau evaluasi yang membentuk konsumen merasa puas atas pilihannya.
3. Perilaku pembelian berdasarkan kebiasaan
Banyak produk yang dibeli dengan kondisi ketelibatan konsumen rendah dan tidak ada perbedaan nyata antara merk. Disni iklan dilakukan berulang-ulang untuk membentuk pengenalan atas merk dan bukan keyakinan akan merk.
4. Perilaku pembelian yang mencari variasi
Diberbagai kondisi pembelian ada kalanya terdapat ketelibatan yang rendah dalam pembelian, namun banyak perbedaan antara merk. Konsumen biasanya banyak sekali melakukan pertukaran merk.konsumen melakukan penilaian selama pemakaian produk tersebut.
pihak-pihak yang terlibat dalam proses keputusan pembelian menurut Kotler
Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam proses keputusan pembelian menurut Kotler( 2000 : 202) adalah sebagai berikut :
1. Pengambil inisiatif ( intiator)
Pengambil inisiatif adalah orang yang pertama kali menyarankan atau mengusulkan gagasan untuk membeli produk.
2. Orang yang mempengaruhi ( influencer)
Seseoran yang memberikan saran atau pengaruh dalam keputusan pembelian sebenarnya atau pemakai barang atau jasa.
3. Pengambil keputusan ( decide)
Orang yang menentukan tiap-tiap atau seluruh keputusan pembelian, baik keputusan untuk membeli, keputusan apa yang dibeli, bagaimana membelinya dan dimana akan membeli.
4. Pembeli ( buyer )
Pembeli aedalah orang yang melakukan transaksi pembelian
5. Pemakai ( user )
Pemakai adalah orang yang berhubungan langsung dalam mengkonsumsi atau memakai barang atau jasa yang dibeli.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam proses Keputusan Pembelian
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen dalam proses Keputusan Pembelian
Pada model perilaku pembeli terdapat beberapa factor yang mempengaruhi pembeli yaitu : budaya, social, pribadi dan psikologi. Pada factor-faktor tersebut terdapat sub-sub factor yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi perilaku pembeli seperti yang dikemukakan kotler (2002 : 183), seperti di bawah ini :
1. Faktor budaya ( Budaya,sub budaya,kelas social)
2. Faktor social ( kelompok acuan, keluarga, peran,status)
3. Faktor pibadi( usia dan tahap siklus hidu, pekerjaan dan lingkungan ekonomi, gaya hidup, kepribadian dan konsep diri)
4. Faktor psikologi ( motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan dan sikap)
Langganan:
Postingan (Atom)